Rabu, 13 Juni 2012

@My Home

Gambar diambil dari http://renalogic.com/home-hemodialysis/

Rumah..
bila ada surga di dunia maka itu adalah rumah kita sendiri
betapa tidak, disana ada keluargamu,
ada ayah dan ibu,.
kaka dan adik..
ada senyuman, tawa, dan kebahagiaan (*seharusnya)
Aku merindukan rumahku yang dulu. . .
Sungguh sebenarnya aku tak pernah meninggalkan rumah untuk jarak yang jauh dan lama, bahkan sebenarnya aku pulang setiap hari kerumah. Hanya keluar pagi untuk kuliah dan pulang sore atau malam, itupun jika ada tugas yang tak bisa selesai sampai sore.  Jujur aku bukan aktivis yang selalu menghabiskan waktu di organisasi atau lembaga-lembaga ga jelas di kampus, ataupun orang so sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang ga penting. Aku hanya seorang mahasiswi biasa. Mungkin pak rektor bilang mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Tapi aku tak peduli, toh itu adalah hidupku. Seringnya aku tak betah di kampus, inginnya selalu pulang saja meskipun jarak antara Cicalengka-Jatinangor ga terlalu jauh.

Tapi sekarang rasanya aku ingin lebih berlama-lama diam di kampus. Bukan betah sebenarnya, hanya sedang membiasakan diri untuk menghhindari rasa tidak nyaman. Iya, aku sering merasa tak nyaman lagi di rumah. Bukan karena orang tuaku, tapi karena keadaan yang membuatku merasa seperti itu. Sekarang rasanya berbeda. Ada yang berubah disini, di tempat ini, di rumahku sendiri. . . .

Kakakku..
Dia biang keladinya, pikirku dia egois, sangat egois. Tak pernahkah dia mengingat perasaan ibu, perasaan bapakku ? Dia hanya memikirkan kebahagiaan dia sendiri. Aku tak butuh kakak yang seperti itu, sungguh aku tak butuh. . .

Senyumnya tak pernah lagi terlihat, bicarapun tak pernah. Aku terkadang muak dan ingin menendangnya, memakinya, menamparnya agar dia sadar dengan apa yang telah dilakukannya pada ibu dan bapak. Dia memang tak menganiaya mereka secara fisik. Tapi secara batin ?? Mereka terluka, terluka hebat !

Rumah ini tak seperti dulu lagi. Tak lagi bersinar seperti dulu. Tak pernah lagi kudengar tawa ceria yang ada pada keluargaku. Entahlah, rasanya semua menjadi berbeda. Ada awan mendung yang menaungi. Ibu dan Bapakku terasa lebih sering sakit-sakitan. Dan itu tak bisa membuatnya tersadar. Dia malah semakin menjadi, semakin diam, semakiin jauh dari keluarga.

Sekarang kenapa ini tak seperti rumahku. Aku tak merasa nyaman didalamnya, hanya sebuah bangunan yang diisi oleh beberapa orang saja. Kadang aku tak betah berlama-lama disini. Tapi,  aku sayang ibuku, aku sayang bapakku. Tak mungkin aku terus menerus menghindar.


semuanya terasa berbeda,.
bangunan ini menjadi sepi, sangat sepi..
entah apa yang aneh, namun ada bagian yang hilang disini..
entah apa . . . .

Tidak ada komentar: