sumber gambar : http://zaldym.files.wordpress.com
Lawang, 01 Juli 2012
minggu, hari ketiga liburanku
hari ini aku kembali ketempat ini . . .
udara yang dingin menyapa kala kuinjakkan kakiku disana
angin bertiup kencang dan pohon-pohon pinus bergoyang seirama, mencipta desiran seperti suara air
matahari telah ada diatas dan cahayanya mengintip diantara pinus-pinus yang bergoyangan
aku pernah ketempat ini, datang kesini sebelumnya,.
tapi . . . sudah terlalu lama
hampir satu setengah tahun yang lalu *kira-kira*
waktu itu aku duduk disemester satu akhir
dan perasaanku begitu kalut dengan masa lalu yang mengekang pikirku
mendera jiwa dan hatiku yang tak bisa untuk melepasnya
dan hari ini aku kembali kesini, saat aku telah meninggalkan semester keempat kuliahku
aku kembali ketempat ini
tempat peraduan yang menenangkan bagiku
aku kesini untuk melepas satu lagi masa lalu yang ingin kuhempaskan
tentang kenangan yang sebenarnya kusebut dengan mimpi buruk *aku akan menganggap seperti itu*
terlalu sakit jika aku harus tetap menggenggam mereka
karena nyatanya mereka tak pernah peduli
tentang hatiku, perasaanku, tentang mimpi dan harapan, atau tentang penantian yang kulakukan dengan begitu lama
mereka tak ingin tahu seperti apa aku mengorbankan segalanya
karena ego yang tak kuasa untuk mereka kendalikan
aku tahu itu . . .
dan hari ini ditempat ini aku ingin melepas semua kesesakanku
satu setengah tahun menjadi sebuah jarak waktu yang lama kupikir
karena saat datang kembali ketempat ini, sudah banyak berubah ternyata
ada beberapa yang menghilang disini
warung dipintu masuk sudah tak ada,
begitu juga plang bertuliskan "Lawang", sudah tak dapat lagi kulihat ditempatnya
sudah tergantikan dengan plang baru bertuliskan peringatan bahwa pohon-pohon pinus rapuh
memang pinus-pinus yang kulihat disini sepertinya semakin tua, mereka tampak agak kering
tapi meski begitu, wangi serta rasa udara ditempat ini tetap sama
sama seperti yang kurasakan dulu
wangi udaranya sama seperti yang kucium saat pertama kali datang ketempat ini
rasanyapun sama, hanya saja angin terasa lebih kencang saat ini, dan lebih dingin
semua itu membuatku tertegun sejenak dan membuatku tenang, *masih*
perjalanan ini. . .
tampaknya akan menjadi sebuah ritual baru
ritual penghempasan masa lalu *kupikir*
karena angin dan udara ditempat ini membuatku terjaga dari mimpi buruk
Islamic Center
aku senang dengan mesjid ini
entahlah, tiap datang kesini ada rasa yang berbeda
rasa yang tak kutemukan ditempat manapun
aku merasa betah dan ingin berlama-lama berada disini
enggan pergi *sebenarnya*, dan ingin terus tinggal
angin berhembus semakin terasa kencang
dan rambutku bermain dalam alunannya
dulu saat datang kesini, anak-anak madrasah tengah mengaji..
dan kolam kecil tempat wudhu yang berada tepat didepan mesjid menjadi pemandangan yang menyentuh perasaan
karena aku dapat melihat anak-anak itu berlarian keluar dan mengambil wudhu disana
sesak sekali hatiku melihat peristiwa yang kulihat
dulu aku seperti mereka, begitu bersemangat menjalani agama
tapi sekarang ? kenapa aku merasa begitu jauh . . . . dengan-Nya
dan masih di hari ini, aku menemui tempat ini lagi
kolam itu sudah kering sekarang, dan aku tak menemukan anak-anak madrasah itu lagi
entah kegiatan itu telah berhenti atau mungkin memang tengah libur
yang pasti keadaan itu tak membuat hatiku berubah
aku mencintai tempat ini
aku menyentuh air dalam bak
*keran-keran ditempat wudhu tak bisa digunakan karena rusak dan belum ada perbaikan sepertinya*
dingin menyeruak ketika aku menyentuhnya
tapi tak menghentikanku melakukan sesuatu yang mereka sebut "wudhu"
dingin sekali, seperti air es..
tapi begitu menyejukkan, itu yang kurasakan
lalu aku menaiki tangga menuju mesjid
kaki kakiku menyentuh lantai mesjid yang kaku
semua dingin disini, tapi sungguh membuatku merasa nyaman
membuatku mendapatkan ketenangan yang sangat tenang
itu yang membuatku tak ingin hengkang dari sini
aku merasa . . . entahlah. seperti ada seseorang yang memelukku
meski disini sama sekali kosong dan sepi
tapi aku menyukai Rumah Tuhan ini
aku merasa sangat tenang
kain putih masih membalut tubuhku
aku masih terduduk dilantai mesjid
baru saja usai beribadah, aku tertegun
tanganku masih terbuka meski tidak lagi terangkat
satu persatu ingatan berkelebat silih berganti dengan cepat
perih menyambar hatiku, dan lirih perasaanku berkata "sakit sekali Rabb"
tanganku mengepal, dan mataku rasanya menjadi panas
ada sesuatu yang berduyun-duyun naik dan memenuhi kelopak mataku
"Ya Allah kuatkan aku, kuatkan aku", ucapku
tiba-tiba cairan hangat meleleh dipipiku
untuk beberapa saat aku membiarkan mereka berjatuhan
dan setelah itu aku mengusapnya
menyuruh mereka pergi dari mataku bersama kesakitan yang aku rasakan
menyuruh mereka berhenti untuk mengganggu waktuku hanya untuk mengingat dia yang sudah tak lagi mengingatku
menyuruh mereka segera hengkang dari kehidupanku
kupejamkan mataku sejenak
dan aku segera bangkit, lantas membereskan mukena yang telah kupakai
satu kali aku menghirup nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan
saat aku keluar dari pintu mesjid
angin berhembus seketika, dingin kembali menyentuh wajahku
aku merasa begitu tenang setelahnya
sangat tenang sekali
tempat ini benar-benar sakral
kadang aku merasa bingung kepada siapa aku harus mengadu
dan ternyata . . .
memang hanya Tuhan lah yang akan selalu ada untuk kita
*hanya Allah yang selalu ada disisiku, bukan siapapun*
aku melihat kedua temanku tengah berfoto didepan kolam hijau
*kolam lainnya yang berada tepat didepan kolam yang telah mengering*
dan aku tersenyum dalam hatiku . .
Rabb, terima kasih :')