dari mana kumulai semuanya ? aku bingung. entah dari hal mana harus kuawali semua nya
terlalu banyak kata yang berdesakan dalam hatiku
aku mencoba lari dari kebisingan ini, terlalu banyak yang bicara dipikiranku
ini tentang hati, tentang perasaanku, dan sedikitnya masih tentang masa lalu
dia, yang namanya dulu tak bisa berhenti kupikirkan
kupikir dia kembali, tentu saja dengan senyumannya yang khas
dan *seolah-olah* membawa harapan yang dulu sempat kugenggam erat dan tak ingin kulepaskan
aku senang, dapat kembali berjalan bersamanya membuatku terlupa akan luka
tapi bukankah aku sudah membangun sebuah dinding dihatiku ?
setidaknya itu akan memperkecil resiko sakit hati ketika harapan itu ternyata hanya bualan
ya, aku tak ingin lagi membiarkan harapan-harapan itu tumbuh seperti pohon yang besar dengan akar-akar kuat yang menjalar semakin dalam ditanah
tapi aku juga tidak akan membunuh dan memusnahkannya
aku . . . mungkin akan merawatnya, ya seperti merawat bonsai mungkin
dia akan tetap tumbuh indah meski tetap kecil mungil
kau tau bahwa perempuan selalu saja mengedepankan perasaan kan ?
terlalu berharap pada sesuatu dan dia akan menangis sesenggukan ketika apa yang dia harapkan ternyata sama sekali berbeda dengan kenyataan
aku perempuan, tentunya aku tau bagaimana rasanya ketika harapan hancur seketika
dan aku pernah merasakannya, tapi itu dulu
sekarang aku masih sama, aku perempuan *tentu saja, tak mungkin untukku mengganti kelamin -,-*
hanya saja saat ini aku mengubah prinsipku tentang harapan
dulu aku membiarkan harapan tumbuh tanpa terkendali
kau tau ? ini tentang harapanku pada seseorang
aku benar-benar membiarkan harapan itu tumbuh seperti pohon besar
dan akar-akarnya menjalar semakin dalam, mengisi seluruh hati dan perasaanku
tanpa menyisakan ruang kosong untuk menanam harapan pada yang lain
tanpa menyisakan ruang kosong untuk menanam harapan pada yang lain
sampai akhirnya semua menghilang,
harapan yang selama ini kugenggam dengan erat, ternyata hanya bualan semata
dan akhirnya harapan itu tumbang, hanya menyisakan batang tunggal
akar-akarnya telah lama mati, hingga pohon harapan itu tak dapat hidup seperti sedia kala
kemudian saat ini,.
seseorang yang dulu memberikanku harapan itu kembali datang
kembali hadir dalam hidupku, membawakan benih yang sama
benih yang dulu dia tanamkan dihatiku sampai mengakar kuat dan tumbuh menjadi pohon harapan
namun saat ini,.
aku tak ingin membuatnya seperti itu, seperti dulu saat semua yang dia berikan ternyata hanyalah bualan semata
aku tidak akan membuang lantas memusnahkan benih harapan yang telah dia berikan
tapi aku akan merawatnya, seperti merawat pohon bonsai
dengan begitu, aku tetap dapat merasakan apa itu harapan dan aku tidak akan terlalu terluka ketika suatu saat hal menyakitkan kembali terjadi *semogta saja tidak*
sungguh, ini tentang perasaanku, tentang hati dan jiwaku, tentang harapan, tentang cerita cinta,.
dan tentang kisah kami yang sempat tertunda
rasa itu, masih ada sungguh,.
namun untuk kembali berharap seperti dulu, mungkin akan kutahan
aku lebih akan membangun sekat agar tak lagi terjerembab dan terlalu sakit
aku merasa nyaman dengan apa yang kita jalani saat ini
meski semuanya semu
aku takut jika harus kehilanganmu lagi
dan aku bahagia, kau selalu bersamaku
untuk itu, mungkin lebih baik kita seperti ini saja
seperti apa adanya kita,
tanpa harus ada tali pengikat yang mungkin membuat kita terbelenggu
untuk tikus berkepala besar
dengarkan aku, ini untukmu
