Rabu, 01 Februari 2012

Dalam Kristal Hujan, Aku Melihatmu

1 Februari 2012..
Sudah berapa lama ?? Sudah berapa lama seperti ini ??
Hampir 2 minggu, dan aku masih merasa tidak baik-baik saja..
Aku masih merasa dia begitu jauh dari dirinya yang ku tahu,.
Aku masih merasa kehilangan dirinya meskipun dia masih bersamaku,.
Aku masih merasa... aku takut dia pergi..

Setiap hari di setiap malam ku berdoa agar ketika pagi menjelang aku dapat merasa tenang dan mendapat ucapan selamat pagi darinya seperti dulu..
Namun, ketika aku terbangun dan aku membuka mataku..
Rasanya masih sama..
Aku berharap ketika aku membuka mataku, aku bisa merasa tenang seperti beberapa waktu lalu,.
tapi ternyata, ketakutan itu masih begitu tebal menutupi..

Aku ingat 2 hari yang lalu..
Aku pergi menghampiri temanku, Pimen, di bengkelnya..
Uang 5000 sebenarnya tak cukup untuk ongkos pulang pergi..
Tapi aku tetap pergi kesana..
3000 kupakai untuk ongkos berangkat, tersisa 2000..
Aku harus berjalan dulu beberapa jarak agar ongkosku itu cukup..
Beruntungnya aku waktu itu memang meminta air obat ke Pimen,.
Jadi tak akan terlalu kelelahan..
Aku pamit dan Pimen menyangka aku main-main bahwa aku akan pulang dengan jalan kaki..
Jarak Dangdeur-Cicalengka itu bukan jarak yang dekat bila dilewati dengan berjalan kaki,.
Itulah yang membuat Pimen berekspresi seperti itu..
Akupun sebenarnya tak yakin, tapi apa boleh buat..
Aku tak berani sms bung emme kalo aku tak punya uang,.
jangankan untuk bilang itu, untuk bilang bahwa aku pulangpun aku takut..
Aku tau dia sedang sibuk,.
(dan aku masih merasa takut untuk sms dia, itu sebenarnya)
Smsku dari pagi tak ada satupun yang dijawabnya,.
Itulah yang membuatku takut untuk sms dia..
Mungkin dia sibuk, ya dia pasti sedang sibuk..

Akhirnya perjalananpun dimulai..
Banyak orang berpapasan denganku, tentu saja orang lain, mereka yang tidak kukenal..
Banyak juga yang iseng dan bilang "neng hayu dijajap",.
Aku merasa takut sebenarnya, sungguh merasa ketakutan..
Aku menggenggam kalungku dan berharap bung emme tahu bahwa aku tengah berjalan sendirian menuju Cicalengka..
Aku berharap dia tahu sendiri tanpa pemberitahuan dariku..
Karena aku begitu takut, aku takut untuk sms dia..

Permata Hijau
Selangkah demi selangkah aku terus berjalan..
Kakiku mulai kembali perih, lecet dikakiku ternyata ada lagi..
Aku melihat sesuatu dari kejauhan..
Hujan, aku tau warna gelap itu adalah hujan..
Hujan lebat, mungkin itu terjadi disekitaran Cimanggung..
Lalu aku melihat keatasku, awan-awan putih masih sibuk bermain didaerah sini..
Tak akan hujan, setidaknya sampai aku berjalan beberapa jarak lagi dari sini..
Aku meneruskan perjalananku..
Tak berapa lama kemudian ketakutan lain mendatangiku,.
Jika aku tak memberitahunya bahwa aku pulang dia pasti menyangka aku tidak memberi kabar,.
Hemph baiklah, aku sms dia..
"a, aay wangsul"

Kahatex
Tempat ini selalu saja menjadi titik kemacetan ketika waktunya karyawan pulang..
Penuh sesak, orang-orang berseliweran disana sini..
Aku berjalan dipinggiran jalan dan hampir saja tanganku tersenggol pengendara motor..
Aku terus saja berjalan..
Hari semakin redup, hemph cuaca memang sudah begitu tak menentu..
Sebenarnya waktu itu hujan sudah mulai menetes, hanya saja masih satu persatu bergiliran mereka jatuh..
Black HTku bergetar, sms masuk dari bung emme ternyata..
"punten nembe kabuka. dimana ayeuna ?"
bahagia sekali, aku bahagia mendapat sms darinya..
Karena hal itulah yang selalu membuatku kuat..
Sambil berjalan aku membalas smsnya itu,.
"Nembe dugi Kahatex. Aay mapah da, artosna tinggal 2000"
Waktu aku mengatakan itu, dia terkejut, itu tersirat dari sms balasan selanjutnya yang menyuruhku untuk diam dan menunggu..
Tepat di depan gerbang Kahatex hujanpun melebat, aku terus berjalan..
Mencari tempat untuk berteduh..
Aku diam didepan sebuah tempat makan, bersebrangan dengan pintu gerbang 1 PT.Vonex..
Karena disana ada beberapa orang yang sedang berteduh, makanya aku ikut berteduh disana..
Bung Emme menyuruhku untuk diam dan tidak berjalan kemanapun sebelum dia datang..
Dia khawatir, dia mengkhawatirkanku..
Ada rona bahagia dan merasa berdosa telah membuatnya khawatir..
Hujan terus saja menetes dengan deras dan udara dingin mulai menembus bajuku..
Diantara tetes-tetes hujan itu, aku memikirkan dia..
Smsnya menyebutkan bahwa dia tengah mencari motor untuk menjemputku..
Pulang pergi ke rumahnya, ke rumah amah (neneknya), terus ke rumahnya lagi..
Dia berlari-lari..
Namun ternyata dari 3 motor yang ada, semuanya sedang tidak ada pada tempatnya..
Hingga akhirnya dia pergi dengan angkot dan 3 kali berpindah karena angkotnya ngetem terus..
Dia tergesa-gesa, aku tahu dia begitu tergesa-gesa untuk datang menjemputku..

Saat menunggunya aku begitu merasa tenang..
Dia begitu mengkhawatirkanku, rasa sayang itu ada, aku yakin rasa sayang itu ada..
Aku tak peduli lagi dengan kakiku yang sakit..
Karena aku bahagia dia peduli padaku, tak peduli dengan motor ataupun dengan angkot dia datang menjemputku..
terimakasih a, terimakasih..
aay sayang sama a..
:')

1 jam berlalu dari sejak aku berdiam dipinggir tempat makan itu..
Dan hujan telah lama berhenti, sampai jalanan kembali mengering..
Dia akhirnya datang,.
Aku menatapnya disebrang sana,,
Lelaki itu, orang yang sekarang sangat kucintai..
Aku yakin dia begitu menyayangiku, aku yakin itu..
Sedikit airmata tergenenang di mataku namun segera kuhapus sebelum dia sampai ditempatku berdiri..

Bila dengan menyakiti diriku sendiri aku boleh mendapat perhatiannya,,
maka aku akan terus menyakiti diriku sendiri..
U_U

Tidak ada komentar: